Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2

Nama : Budhi Apriyanto
NPM : 50406154
Kelas : 4IA07


1.George / is cooking / dinner / tonight
subject / verb phrase/ complement / modifier of time

2.Henry and Marcia / have visited / the president
subject / verb phrase / complement

3. We/ eat / lunch /in this restaurant/ today
subject/ verb phrase / complement/ modifier of place/ modifier of time

4. Pat/ should have bought/ gasoline /yesterday
subject/ verb phrase/ complement/ modifier of time

5. Trees/ grow
subject/ verb phrase

6. It/ was raining /at seven o'clock this morning
subject/ verb phrase / modifier of time

7. She/ opened/ her book
subject/ verb phrase/ complement

8. Harry/ is washing / dishes /right now
subject/ verb phrase/ complement/ modifier of time

9. She / opened /her book
subject/ verb phrase/ complement

10. Paul, William, and Mary/ were watching / television/ a few minutes ago
subject/ verb phrase/ complement/ modifier of time

Tugas 1 (PKB) – Logika Proposisi dan Logika Predikat

Pernyataan :
1. Karjo adalah seorang laki-laki.
2. Karjo adalah orang Jawa.
3. Karjo lahir pada tahun 1840.
4. Setiap laki-laki pasti akan mati.
5. Semua orang Jawa mati pada saat Krakatau meletus pada tahun 1883.
6. Setiap orang pasti mati setelah hidup lebih dari 150 tahun.
7. Sekarang tahun 2010.
8. Mati berarti tidak hidup.
9. Jika seorang mati maka beberapa tahun kemudian dia pasti dinyatakan telah mati.

Logika Predikat dan Logika Proposisi :
1. Laki-Laki (Karjo)
2. OrangJawa (Karjo)
3. TahunLahir = 1840 –> lahir (Karjo, TahunLahir)
4. ∀x = laki-laki (x) –> mati (x)
5. ∀x =meletus(krakatau,thn 1840)→mati
6. ∀x = orang(x) –> mati (x, lebih (sekarang – TahunLahir)
7. sekarang = 2010
8.  mati→ ¬hidup
9. Ǝ x : mati ( x ) → Ǝ x : kemudian ( waktu ( y ) ) → di nyatakan (mati (x) )

Kesimpulan : Karjo Sudah Mati

Komputasi Paralel Sebagai Alternatif Solusi Peningkatan Kinerja Komputasi

Saat ini penggunaan komputer untuk menyelesaikan masalah sudah merasuk ke segala bidang. Hal ini karena komputasi dianggap lebih cepat di bandingkan dengan penyelesaian masalah secara manual. Seiring dengan ha1 tersebut, semakin dituntut proses komputasi yang sernakin cepat. Untuk meningkatkan kecepatan proses komputasi, dapat ditempuh dua cara : peningkatan kecepatan perangkat keras, peningkatan kecepatan perangkat lunak. Komponen utama perangkat keras komputer adalah processor. Saat ini, peningkatan kecepatan processor benar-benar luar biasa. Processor Pentium 4 yang dikeluarkan Intel kecepatannya sudah mencapai 1.8 GHz. Meskipun kecepatan processor dapat ditingkatkan terus. namun karena keterbatasan rnateri pembuatnya, tentu ada suatu batas kecepatan yang tak mungkin lagi dapat dilewati. Karena itu timbul ide pem buatan komputer multiprocessor. Dengan adanya banyak processor dalam satu komputer, pekerjaan bisa dibagi-bagi kepada masing-masing processor. Dengan demikian lebih banyak proses dapat dikerjakan dalam satu saat. Perubahan arsitektur komputer menjadi multiprocessor memang bisa membuat lebih banyak proses bisa dikerjakan sekaligus, namun tetap tidak bisa meningkatkan kecepatan masing-masing proses. Peningkatan kecepatan setiap proses bisa dicapai melalui peningkatan kecepatan perangkat lunak. Kecepatan perangkat lunak sangat ditentukan oleh algoritmanya. Usaha untuk mencari algoritma yang lebih cepat tidaklah mudah, namun dengan adanya komputer multiprocessor, dapatlah dirancang.




 

sumber : INTEGRAL, vol. 6, no. 2, Oktober 2001

Mari Budidayakan Perangkat Lunak Open Source


Perangkat lunak open source adalah perangkat lunak yang secara bebas atau gratis untuk dimiliki tanpa ada harus membayar lincense pada pihak yang perangkat lunak yang ingin dimiliki. Ternyata perangkat lunak open source tidak kalah dengan perangkat lunak berbayar lainnya. Banyak keunggulan - keunggulan yang yang terdapat pada perangkat lunak open source.
Disini akan dibahas tentang perangkat lunak, Blender merupakan salah satu perangkat lunak bebas pengolah tiga dimensi dan animasi yang dapat berjalan pada beberapa sistem operasi seperti Windows, Macintosh dan Linux.

Ini adalah sebuah hasil dari penggunaan perangkat lunak Blender

 
 
Memang butuh waktu untuk mempelajari perangkat lunak open source dikarenakan masih jarangnya ada buku - buku yang membahas tentang perangkat lunak open source. Dengan ini maka diharapkan bahwa pengembangan dan pembudidayaan perangkat lunak open source akan semakin berkembang dan dapat ikut memberikan kontibusi di dunia industri dan teknologi yang semakin pesat seiring perkembangan.



















Pro dan Kontra Jejaring Sosial

Berbagai media seperti internet dan media televisi ramai membicarakan fenomena pro dan kontra Facebook.Kebanyakan dari mereka yang memanfaatkan situs ini adalah untuk pertemanan, mencari kawan lama yang terpisah oleh waktu dan belahan bumi, membangun mitra bisnis sampai-sampai ada yang menyalahgunakan untuk kepentingan yang tidak semestinya, seperti perselingkuhan, perbuatan penipuan dan kejahatan cyber lainnya yang memanfaatkan popularitas situs ini.
Dan memang tidak dapat dipungkiri, sesuatu selalu ada dampak positif dan negatifnya. Semua itu tergantung dari siapa yang memanfaatkan serta memegangnya, seperti salah satu contoh di bawah ini:
1.“Pisau, pertama kali dibuat dengan tujuan untuk memudahkan manusia dalam memotong atau meraut suatu benda, namun pada perkembangannya hingga sekarang banyak juga disalah gunakan sebagai senjata pembunuh dalam perang, perampokan atau tindakan kriminal lainnya”.
2. “Kursi Kekuasaan atau Jabatan kepemimpinan”, adalah amanah dari ummat/rakyat yang, harusnya kepemimpinan itu tidak saling diperebutkan, terutama para ulama yang jadi panutan umatnya,  apalagi saat bekampanye, saling hasut,  saling syu’udzon sehingga memecah belah persatuan ummat, menimbulkan kebencian, pertikaian, sampai-sampai nyawa melayang hanya gara-gara saling ejek antar pendukung. Padahal mereka masih sama-sama satu saudara sesama muslim, dan para ulama nya sadar bahwa sesama muslim itu saudara.
Kesimpulannya adalah semua itu tergantung dari siapa yang memegang dan menggunakannya, manfaat dan madlaratnya lebih besar yang mana.

Pengakuan UNESCO sebagai Karya Agung Dunia

1. Kitab Negarakertagama
KITAB Negarakertagama merupakan karya sastra masyarakat Jawa abad XIV yang menggambarkan aspek-aspek kebudayaan Jawa. Naskah/kitab ini ditemukan di Puri Cakranegara, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mpu Prapanca, pujangga Kerajaan Majapahit, menulisnya dalam bentuk syair sekitar 1365. Isi naskah Negarakertagama kaya akan uraian mengenai Majapahit, bukan saja mengenai masa Hayam Wuruk, melainkan juga masa Erlangga. Selain itu, berisi berbagai uraian mengenai struktur kerajaan yang terbagi dalam kerajaan pusat dan daerah, pengawasan raja terhadap wilayahnya, pembatasan wilayah kerajaan, hubungan pejabat, aturan yang berlaku, tata masyarakat, serta birokrasi pemerintahan. Pada 7 Juli 1979, ditemukan lagi satu kitab Negarakertagama di Amlapura, Bali.



2. Keris 
UNESCO memandang keris memiliki nilai luar biasa sebagai karya agung ciptaan manusia. Keris adalah senjata tikam khas Indonesia. Berdasarkan dokumen-dokumen purbakala, keris dalam bentuk awal telah digunakan sejak abad ke-9. Kuat kemungkinannya bahwa keris telah digunakan sebelum masa tersebut. Menteri Kebudyaan Indonesia, Jero Wacik telah membawa keris ke UNESCO dan meminta jaminan bahwa ini adalah warisan budaya Indonesia.

Penggunaan keris sendiri tersebar di masyarakat rumpun Melayu. Pada masa sekarang, keris umum dikenal di daerah Indonesia (terutama di daerah Jawa, Madura, Bali/Lombok, Sumatra, sebagian Kalimantan, serta sebagian Sulawesi), Malaysia, Brunei, Thailand, dan Filipina (khususnya di daerah Mindanao). Di Mindanao, bentuk senjata yang juga disebut keris tidak banyak memiliki kemiripan meskipun juga merupakan senjata tikam.

Keris memiliki berbagai macam bentuk, misalnya ada yang bilahnya berkelok-kelok (selalu berbilang ganjil) dan ada pula yang berbilah lurus. Orang Jawa menganggap perbedaan bentuk ini memiliki efek esoteri yang berbeda.

Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.

Tata cara penggunaan keris berbeda-beda di masing-masing daerah. Di daerah Jawa dan Sunda misalnya, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang pada masa damai tetapi ditempatkan di depan pada masa perang. Sementara itu, di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan.

Selain keris, masih terdapat sejumlah senjata tikam lain di wilayah Nusantara, seperti rencong dari Aceh, badik dari Sulawesi serta kujang dari Jawa Barat. Keris dibedakan dari senjata tikam lain terutama dari bilahnya. Bilah keris tidak dibuat dari logam tunggal yang dicor tetapi merupakan campuran berbagai logam yang berlapis-lapis. Akibat teknik pembuatan ini, keris memiliki kekhasan berupa pamor pada bilahnya.




3. Batik
Pengakuan UNESCO terhadap Batik sebagai warisan budaya dunia dijadwalkan pada Oktober 2009 di Paris, Prancis. Enam Negara yang merupakan perwakilan dari UNESCO telah mengkaji budaya batik dan akan menetapkan Batik sebagai budaya milik Indonesia pada 28 September 2009.
Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.


4. The Culture Lanscape of Bali Province
Pada 24-25 Januari 2007 di Bali, Depbudpar mendaftarkan Sungai Pekerisan, Kawasan Luwih, dan Pura Taman Ayun sebagai warisan budaya dunia dengan nomor C1194. Kegiatan tersebut dihadiri Dirjen Sejarah dan Purbakala Depbudpar, Duta Besar RI untuk UNESCO, Duta Besar Arab Saudi untuk UNESCO, Irak, Lituania, Angola, Kuwait, Madagaskar, dan Nigeria. 

5. Toraja Lanscape
Situs lain yang masuk dalam tentative list (daftar sementara) UNESCO, yaitu Tana Toraja Tradisional Settlement (2008) dengan nomor C1038.


TUGAS PENGANTAR JARINGAN SYARAF TIRUAN (Budhi Apriyanto 50406154)

m
 
 



 ALGORITMA PENYESUAIAN W DAN B PADA MODEL HERBIAN

Untuk merepresentasikan kasus tersebut dalam jaringan Hebb, tiap karakter pola dianggap sebagai sebuah unit masukan. Misalkan karakter “#” dalam pola bernilai = 1, dan karakter “.” dalam pola benilai = -1 Karena setiap pola terdiri dari 5 baris dan 5 kolom, berarti jaringan Hebb terdiri dari 25 unit masukan x1 ..... x25 ( x1 ... x5 adalah karakter baris pertama, dst.) dan sebuah nilai bias yang bernilai =1 Sebagai target diambil sebuah unit yang akan bernilai = 1 jika masukan berupa pola 1 dan benilai = -1 jika masukan berupa pola 2.
Jika pola pertama dimasukkan, perubahan bobot yang terjadi merupakan hasil kali antara target dengan masukan pertama. Karena target = 1, maka hasil kali ini akan sama dengan pola pertama. Jadi bobot jaringan setelah pola pertama dimasukkan sama dengan nilai pola pertama: 1 -1 -1 -1 1; -1 1 -1 1 -1;-1 -1 1 -1 -1 ; -1 1 -1 1 -1 ; 1 -1 -1 -1 1 Bobot bias b = 1 Perkalian masukan kedua dengan target menghasilkan Δwi (i = 1 .... 25): 1 -1 -1 -1 1; -1 1 1 1 -1;-1 1 1 1 -1 ; -1 1 1 1 -1 ; 1 -1 -1 -1 1 Dan perubahan bobot bias Δ b = (-1) * 1 = 1 Jika Δwi ditambahkan ke bobot jaringan hasil pola pertama, maka diperoleh bobot akhir = w = 2 -2 -2 -2 2; -2 2 0 2 -2;-2 0 2 0 -2 ; -2 2 0 2 -2 ; 2 -2 -2 -2 2 Bobot bias = 1 + (-1) = 0 Sebagai uji coba apakah bobot ini sudah dapat memisahkan kedua pola,maka dilakukan perkalian antara nilai unit masukan tiap pola dengan bobot akhir: Untuk pola 1, nilai net = 42. Maka f(net) = 1 Untuk pola 2, nilai net =-42. Maka f(net) = -1 Tampak bahwa untuk kedua pola, keluaran jaringan sama dengan target yang diinginkan. BERARTI: Jaringan telah mengenali pola dengan baik.